Category Archive:gigi

0

efek samping kawat gigi

May 10th, 2015 / Tags: / categories: gigi, Uncategorized /

Penggunaan kawat gigi (behel) awalnya ditujukan bagi mereka yang memiliki persoalan dalam struktur gigi. Dengan menggunakan kawat gigi diharapkan struktur gigi yang kurang rata bisa diperbaiki. Hal ini yang membuat si pemakai tampil malu-malu.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemakaian kawat gigi justru menjadi trend fashion, terutama di kalangan artis dan orang-orang yang suka tampil beda. Ini ditandai dengan makin banyaknya orang yang memakai kawat gigi warna-warni meski mereka sudah memiliki struktur gigi yang cukup bagus.

Biaya pemasangan kawat gigi oleh dokter tidaklah murah. Untuk itu hanya mereka yang berduit dan benar-benar butuh pembenahan struktur gigi yang akan memakainya. Namun saat ini banyak tukang pasang kawat gigi bukan dari kalangan medis (dokter) yang menawarkan jasanya, meski tidak memiliki kompetensi di bidang tersebut. Kabar yang sebenarnya kurang bagus ini justru dimanfaatkan para penggila trend fashion untuk tampil beda dengan biaya relatif lebih murah. Tapi sebelum Anda ikutan trend penggunaan kawat gigi, sebaiknya Anda mengetahui beberapa efek sampingnya, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Berdasar penelitian ada beberapa efek samping yang akan dihadapi para pemakai kawat gigi, diantaranya :

1. Karang Gigi
Karena area di bawah dan di sekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk dibersihkan, sisa-sisa makanan bisa terjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi, yang mengarah ke penumpukan plak.
Hal ini mengakibatkan orang dengan kawat gigi logam dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi. Untuk menghindari masalah ini, Anda harus menggunakan sikat khusus untuk membersihkan gigi Anda.

2. Penyakit Menular Seksual
Kawat logam yang dipasang pada gigi Anda sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi Anda. Nah, saat Anda terlibat dalam aktivitas seksual seperti seks oral atau bahkan berciuman, luka kecil di dalam mulut Anda akan menyediakan jalan masuk untuk penyakit, termasuk hepatitis dan HIV, memasuki aliran darah Anda.

3. Alergi
Kawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuk nikel, tembaga dan kromium. Sekitar 30 persen pasien dari semua pasien ortodontik lainnya memiliki alergi terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat.
Selain itu, pasien yang tidak memiliki alergi sebelum mereka memakai kawat gigi berpotensi terkena alergi setelah mereka memakainya. Untungnya, alergi terhadap nikel, tembaga dan kadmium umumnya ringan dan mudah diobati dengan mengubah jenis logam yang digunakan pada kawat gigi.

Kini Anda sudah tahu plus minusnya pakai behel. Sebelum Anda memutuskan memakainya, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter terpercaya. Jangan pasang pada orang yang tidak berkompeten di bidang tersebut.

0

Merawat gigi

May 20th, 2011 / Tags: , / categories: gigi /

RAWATLAH GIGI ANDA DENGAN MENGURANGI KONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN YANG BISA MENGUBAH WARNA GIGI. MESKIPUN SECARA FISIK ANDA CANTIK DAN SELURUH BAGIAN TUBUH SERASA SEMPURNA, AKAN TERLIHAT ‘MENJIJIKKAN’ BILA GIGI ANDA SANGAT TIDAK TERAWAT. WARNA YANG KUNING KECOKLATAN ATAU KUSAM MEMBUAT PENAMPILAN ANDA LANGSUNG ‘JEBLOK’.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa makanan dan minuman yang
kita konsumsi dapat mempengaruhi kesehatan gigi. Kopi, teh, cola, red
wine, dan minuman berwarna lainnya, sebenarnya bertanggung jawab
terhadap perubahan warna gigi.

Selain itu, rokok dan obat-obatan yang kita konsumsi bisa berpengaruh
buruk pada gigi. Padahal, gigi yang putih dapat mendukung penampilan.
Hanya saja, kita sering kali mengabaikan hal tersebut.

Warna asli gigi seseorang merupakan warna gigi pertama yang tumbuh setelah gigi susu. Tingkat warna putihnya pun berbeda-beda, tergantung pengaruh makanan, minuman, serta hal lain yang dikonsumsi oleh si ibu saat mengandung.

Saat seorang anak tumbuh, semua asupan makanan dan minuman tadi
juga semakin memengaruhi warna gigi. Apalagi jika anak tersebut mulai
merokok pada usia muda. Semakin bertambahnya usia, warna gigi akan
menjadi semakin gelap. Parahnya, jika tidak dilakukan perawatan yang teratur, maka gigi kita akan rusak.

Yang tidak diketahui masyarakat Indonesia selama ini adalah cara perawatan gigi yang benar. Sebenarnya perawatan pemutihan gigi itu sudah menjadi keharusan pada setiap orang sebagai salah satu upaya mempertahankan kesehatan gigi.

Rasa makanan yang kita makan berpengaruh terhadap kesehatan gigi.
Rasa yang terlalu tajam, seperti asam dan pedas, bisa membuat gigi terasa ngilu. Begitu pula dengan makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin.

Gula juga berpengaruh terhadap kesehatan gigi. Gigi berlubang bisa terjadi akibat kita terlalu sering mengonsumsi gula. Gigi sensitif, berlubang, berwarna gelap, atau kotor akibat karang gigi, bisa mempengaruhi penampilan. Solusinya adalah dengan mengunjungi dokter gigi secara teratur. Seharusnya perawatan gigi dilakukan selama enam bulan sekali, baik itu hanya check up maupun perawatan.

“Kebiasaan menyikat gigi masih suka dianggap remeh,” ungkap drg
Zaura Anggraeni Matram MDS, dokter gigi dari Persatuan Dokter Gigi
Indonesia (PDGI). Dokter Zaura menjelaskan, berdasarkan sebuah penelitian ternyata hanya ada sekitar 10-20 persen penduduk Indonesia yang bebas dari penyakit gigi berdarah atau berlubang. Hal tersebut sangat memprihatinkan, apalagi penyakit gigi berlubang merupakan penyakit yang cukup serius.

Gigi berlubang lama-lama akan menyebabkan gigi menjadi busuk.
Bayangkan saja, barang busuk ada di dalam tubuh kita. Kesehatan gigi
adalah kunci dari kesehatan seluruh tubuh. Penyakit gigi dan mulut dapat dicegah secara mudah dengan menjadikannya sebagai sebuah
kebiasaan,” katanya.